Mengenali ISO Pada Kamera SLR/DSLR

30 Des 2009

Pertanyaan pertamanya, kapan pake AV, kapan pake TV. waduh. bingung lagi jawabnya. Karena menurut saya, ga ada aturan baku. kapan aja dua-duanya bisa dipake. Jadinya sih saya kasih aja ringkasan tentang mode-mode di Canon EOS :

A-DEP= Automatic Depth of Field
Pada mode ini, pengaturan fokus foreground dan background diatur secara otomatis oleh kamera sehingga lebih memungkinkan untuk menghasilkan foto yang tajam baik pada foreground maupun background.

M= Full Manual
Pada mode ini pengaturan kamera sepenuhnya manual, baik shutter speed, aperture, ISO, dsb.

Av= Aperture Value Priority
Pada mode ini aperture dapat diatur sesuai dengan kehendak, namun shutter speed akan mengimbangi secara otomatis akan kebutuhan cahaya sesuai dengan besar aperture.

Tv= Time Value Priority
Pada mode ini shutter speed dapat diatur sesuai dengan kehendak, namun aperture akan mengimbangi secara otomatis kebutuhan cahaya yang sesuai dengan shutter speed.

P= Program
Pada mode ini baik aperture maupun shutter speed akan mengkalkulasi secara otomatis sesuai dengan kebutuhan cahaya, hanya saja pada mode ini tingkat exposure dapat diatur sesuai dengan kehendak.

Auto
Mode auto merupakan mode dimana kamera secara penuh mengatur akan segala kebutuhan pengaturan, dengan kata lain pada mode ini fotografer tinggal "jepret" saja.

Portrait
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan portrait ( foto manusia ), seperti penggunaan tonal warna untuk skin tone, dsb.

Landscape
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan foto pemandangan ( landscape), seperti tone warna yang lebih vivid atau lain sebagainya.

Macro
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan foto macro ( jarak dekat sehingga objek tampak lebih besar ), seperti fokus lensa yang lebih disesuaikan.

Moving Object
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan pemotretan objek yang bergerak, sehingga fokus lensa akan lebih cepat bergerak menyesuaikan dengan pergerakan objek.

Night Scene
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun lebih disesuaikan dengan kebutuhan foto pada malam hari.

No Flash
Mode ini merupakan pencabangan mode full auto, namun apabila pada mode auto lainnya built in flash akan otomatis pop up apabila cahaya dirasa kurang, pada mode ini built in flash tidak akan menyala sama sekali, sehingga shutter speed dan aperture akan lebih berperan untuk mengimbangi kebutuhan cahaya.

taken from kaskus



Aperture mendefinisikan besarnya bukaan diafragma sebuah lensa . Gunanya untuk mengontrol cahaya yang masuk ke sensor pada kamera lewat bukaan pada lensa . Perhatikan ilustrasi lensa berikut :

Dari bukaan paling besar ( f/1.4 ) sampai bukaan paling kecil ( f/16 ) atas mengatur banyaknya cahaya yang masuk ke dalam lensa . Perhatikan bukaan lensa di tengah-tengah ! makin besar nilai f-nya , makin kecil diameter / diafragmanya dan sebaliknya . Notasi pembagi “/” pada nilai f , mgkn untuk mempermudah pemahaman user bahwa semakin besar nilai pembagi (1.4 , 2.8 , … dst ) semakin kecil hasilnya / bukaan lensa . Meski pada Nikon , notasi yang umum digunakan adalah menggunakan F besar dan tanpa pembagi “/” misalnya F1.4 , F2.8 , … dst . Ga usah bingung , cukup ingat-ingat saja angka-angkanya dan ingat ketentuan diatas (tebal) . Di fotografi , memang banyak notasi / istilah yang berbeda antar satu vendor dengan vendor lain . Biasalah .. mgkn urusan marketing .
Bagaimana mendapatkan angka-angka seperti itu ? masih ingat rumus matematika untuk menghitung luas sebuah lingkaran ? untuk membagi luas menjadi setengah dari sebelumnya maka harus dibagi dengan akar pangkat 2 ( 1.41421356 ) .
misal ( dibulatkan ) :
Bukaan maksimal = 1
Bukaan 1/2 maksimal = 1 * 1/1.4 = 1/1.4
Bukaan 1/4 maksimal = 1/1.4 * 1/1.4 = 1/2.8
Bukaan 1/8 maksimal = 1/2.8 * 1/1.4 = 1/4.0
Bukaan 1/16 maksimal = 1/4.0 * 1/1.4 = 1/5.6
dst ..
Lalu kita bisa menghitung nilai aperture selanjutnya : f/1.4 , f/2.8 , f/4.0 , f/5.6 , f/8 , f/11 , f/16 , f/22 , f32 … Pengaturan aperture dari f/1.4 ke f/2.8 akan membuat cahaya berkurang setengah dari sebelumnya karena memang diameternya mengecil menjadi setengah .
Pengurangan banyaknya cahaya masuk menjadi setengahnya dikenal juga sebagai turun 1 stop . Misal perubahan dari f/5.6 ke f/8 adalah turun 1 stop dan f/5.6 ke f/11 adalah turun 2 stop . Pada arah sebaliknya justru akan menambah banyaknya cahaya yang masuk , dikenal juga sebagai menaikan stop . Istilah stop ini lebih sering digunakan dalam fotografi ketimbang bicara angka-angka diatas . “Eh .. ini imagenya aga underexpose , coba naikkan 2 stop !!” , ya kira-kira gitu deh
Biasanya pada kamera , pengurangan cahaya menjadi setengah sebelumnya masih dianggap terlalu besar , karena itu untuk kontrol yang lebih presisi ada konfigurasi untuk membagi-bagi nilai aperture menjadi lebih kecil ke 2 atau 3 bagian . Misal untuk setting 3 bagian dimulai dari f/2.8 , maka urutannya menjadi f/2.8 , f/3.2 , f/3.5 , f/5.6 , f/6.3 , f/7.1 , f/8 … dst . Sama halnya diatas , perubahan dari f/3.2 ke f/6.3 adalah turun 1 stop .
Kegunaan , kaitannya dengan exposure
Seperti yang saya bilang diatas , untuk mengatur banyaknya cahaya yang masuk melalui lensa ke sensor kamera . Cahaya adalah unsur penting dalam fotografi . Terlalu banyak cahaya yang lewat akan membuat foto menjadi terlalu terang (overexposure) dan sebaliknya jika terlalu sedikit akan membuat foto menjadi gelap (underexposure) . Konsep mengatur cahaya ini dikenal juga sebagai Exposure . Aperture hanya SALAH SATU dari tiga elemen penting lainya dalam pengaturan exposure yaitu Shutter Speed dan ISO/ASA . Shutter Speed , mengatur durasi waktu untuk merekam cahaya . Semakin lama durasinya semakin banyak cahaya yang direkam dan sebaliknya . ISO / ASA adalah tingkat sensitivitas pada sensor / film dalam merekam cahaya . Semakin tinggi nilai ISO , semakin banyak cahaya yang dapat terekam oleh sensor .
Saya akan coba membahas dua elemen lainya pada kesempatan berikutnya . Stay Tuned !!!
Atau udah ga sabar ?? ya udah cek link ini aja .. analogi exposure dalam fotografi dengan urusan memasak . Layak disimak http://photospot2004.blogspot.com/2004/07/cooking-and-photography.html

ISO pada fotografi digital , bagi saya , lebih dipahami sebagai kemampuan teknologi sensor untuk menangkap cahaya . Semakin tinggi nilai ISO , semakin besar pula cahaya yang dapat ditangkap oleh sensor . Namun , kekurangannya adalah timbulnya noise seiring bertambahnya nilai ISO yang disetting . Noise ini tampak seperti bintik – bintik butiran kecil yang bersebaran pada foto . Jika foto di zoom hingga 100% akan terlihat jelas noisenya . Selain menimbulkan noise , penambahan nilai ISO juga dapat menyebabkan berkurangnya kualitas foto yg dihasilkan misal : warna jadi tidak muncul , detail jadi hilang dsb.
Nilai ISO pada kamera pada umumnya adalah 100,200,400,800,1600,3200 . Kamera DSLR profesional , NIKON D3 , bahkan mampu mencapai ISO hingga 6400,12800 dan 25600 dengan noise yang sangat rendah . Seiring perkembangan teknologi jangan heran kalau beberapa tahun kedepan sensor digital akan lebih baik , mampu mendukung ISO tinggi tapi dengan noise minimal.
Penggunaan ISO
Umumnya , settingan ISO yang dianjurkan adalah nilai ISO kecil. Noise yg dihasilkan lebih kecil sehingga hasil foto lebih baik apalagi jika berenacana untuk di-print pada ukuran besar. Juga cocok untuk pemotretan landscape / pemandangan dimana noise yg diinginkan seminimal mungkin. Repotnya kalau memotret landscape biasanya pada waktu-waktu dimana justru kurang cahaya : sunrise , sunset atau malam. Mau tidak mau, penggemar jenis foto tersebut harus sedia tripod atau sejenisnya agar bisa menggunakan shutter speed yang lama.
Nilai ISO besar biasanya digunakan untuk kondisi-kondisi kurang cahaya (malam hari atau indoor) dimana setting-an Aperture maupun Shutter Speed sudah mentog. Pada kondisi tersebut , Nilai ISO bisa di naikkan sampai kita memperoleh kecepatan shutter yg ideal. Kenapa tidak menggunakan tripod saja seperti memotret pemandangan ?? well , kalau misalnya obyek foto anda mau diam mematung selama bbrp sec sih bisa saja .. tapi anak saya ga bisa gitu euy . Foto dibawah adalah sample menggunakan ISO paling tinggi pada kamera Nikon D50 saya yaitu ISO 1600. Dapat anda lihat pada bagian bawah foto , dibagian aga gelap tampak butiran-butiran noisenya . Tapi saya harus mengambil foto ini karena momennya bagus . Cahaya seadanya didapat dari cahaya matahari sore yang menerobos masuk. Untuk mendapatkan shutter speed yang cukup agar tidak blur/goyang , dengan DOF yang cukup lebar ( F5.0 ) , saya harus meningkatkan ISO sampai 1600 .

Khusyuk
Noise == Jelek ??
Ga jugaa .. malah saya pernah melihat foto Audi (penyanyi) di sebuah majalah foto (lupa lagi) yang disajikan satu halaman penuh dengan ISO tinggi alias banyak noise. Menurut fotografernya noise tersebut untuk memunculkan moodnya Audi yangg … murung? :p
Saya pribadi sih , asal tidak di print dalam ukuran besar ga takut-takut amatlah menggunakan ISO tinggi sampai 1600-pun . Lha wong paling gunanya buat ditaruh di blog ini :p .. ukuran web standar , ga bakal kentara banget noise-nya. Kalau di print juga ga gede-gede amat alias ukuran postcard. Yang penting maksud fotonya udah bisa dicerna oleh pembaca sekalian. Lain ceritanya kalau gara-gara noise obyeknya jadi ga jelas seperti yg pernah saya alami ketika memaksa menggunakan ISO tinggi pada kamera Prosumer Fz7. Makanya beli DSLR aja deh .. benar-benar beda di kekuatan ISO-nya . Foto malam , foto indoor ga akan jadi masalah lagi ..
Auto ISO
Adalah sebuah fitur di kamera Nikon D50 yang saya sukai . Belum tahu apakah ada di merk kamera lain . Yang jelas fungsinya adalah automatisasi seleksi nilai ISO oleh kamera untuk mendapatkan shutter-speed minimum yang telah kita tentukan. Pada kamera saya , ada bbrp nilai minimum yang bisa dipilih yaitu 1, 1/15 , 1/30 , 1/60 dan 1/125sec. Misal kita pilih nilai 1/125 sec . Kamera akan meng-adjust nilai ISO semaksimal mungkin sehingga dengan pilihan nilai aperture yang ada kita bisa memperoleh nilai 1/125 sec. Pada lensa normal (mis : 50mm) 1/125 sec adalah nilai yang cukup tinggi utk mencegah kemungkinan terjadinya blur/goyang. Nilai ISO-pun akan lebih spesifik , tidak terbatas pada nilai ISO yang saya sebutkan diatas tadi ( 200,400,800 dst ) . Bisa jadi misal kamera men-set nilai ISO ke 350 dsb dsb.


Source tukangmoto

Titip Ibuku Ya Allah

30 Okt 2009
” Nak, bangun… udah adzan subuh. Sarapanmu udah ibu siapkan di meja…”

Tradisi ini sudah berlangsung 20 tahun, sejak pertama kali aku bias mengingat. Kini usiaku sudah kepala 2 dan aku jadi seorang karyawan disebuah Perusahaan Jasa, ATM Bersama, tapi kebiasaan Ibu tak pernah berubah.

” Ibu sayang… ga usah repot-repot Bu, aku dan adik-adikku udah dewasa ”

Pintaku pada Ibu pada suatu pagi. Wajah tua itu langsung berubah. Pun ketika Ibu mengajakku makan siang di sebuah restoran. Buru-buru kukeluarkan uang dan kubayar semuanya. Ingin kubalas jasa Ibu selama ini dengan hasil keringatku. Raut sedih itu tak bisa disembunyikan. Kenapa Ibu mudah sekali sedih ? Aku hanya bisa mereka-reka, mungkin sekarang fasenya aku mengalami kesulitan memahami Ibu karena dari sebuah artikel yang kubaca …. orang yang lanjut usia bisa sangat sensitive dan cenderung untuk bersikap kanak-kanak ….. tapi entahlah…. Niatku ingin membahagiakan malah membuat Ibu sedih. Seperti biasa, Ibu tidak akan pernah mengatakan apa-apa.

Suatu hari kuberanikan diri untuk bertanya, ” Bu, maafin aku kalau telah menyakiti perasaan Ibu. Apa yang bikin Ibu sedih ? ”

Kutatap sudut-sudut mata Ibu, ada genangan air mata di sana . Terbata-bata Ibu berkata, ” Tiba-tiba Ibu merasa kalian tidak lagi membutuhkan Ibu. Kalian sudah dewasa, sudah bisa menghidupi diri sendiri. Ibu tidak boleh lagi menyiapkan sarapan untuk kalian, Ibu tidak bisa lagi jajanin kalian. Semua sudah bisa kalian lakukan sendiri “.

Ah, Ya Allah, ternyata buat seorang Ibu .. bersusah payah melayani putra-putrinya adalah sebuah kebahagiaan. Satu hal yang tak pernah kusadari sebelumnya. Niat membahagiakan bisa jadi malah membuat orang tua menjadi sedih karena kita tidak berusaha untuk saling membuka diri melihat arti kebahagiaan dari sudut pandang masing-masing.
Diam-diam aku bermuhasabah.
" .. Apa yang telah kupersembahkan untuk Ibu dalam usiaku sekarang ? Adakah Ibu bahagia dan bangga pada putera putrinya ? Ketika itu kutanya pada Ibu, Ibu menjawab, ” Banyak sekali nak kebahagiaan yang telah kalian berikan pada Ibu. Kalian tumbuh sehat dan lucu ketika bayi adalah kebahagiaan . Kalian berprestasi di sekolah adalah kebanggaan buat Ibu. Kalian berprestasi di pekerjaan adalah kebanggaan buat Ibu . Setelah dewasa, kalian berprilaku sebagaimana seharusnya seorang hamba, itu kebahagiaan buat Ibu. Setiap kali binar mata kalian mengisyaratkan kebahagiaan di situlah kebahagiaan orang tua.”

Lagi-lagi aku hanya bisa berucap, ” Ampunkan aku ya Allah kalau selama ini sedikit sekali ketulusan yang kuberikan kepada Ibu. Masih banyak alasan ketika Ibu menginginkan sesuatu. “

Betapa sabarnya Ibuku melalui liku-liku kehidupan. Sebagai seorang wanita karier seharusnya banyak alasan yang bisa dilontarkan Ibuku untuk “cuti” dari pekerjaan rumah atau menyerahkan tugas itu kepada pembantu. Tapi tidak! Ibuku seorang yang idealis. Menata keluarga, merawat dan mendidik anak-anak adalah hak prerogatif seorang ibu yang takkan bisa dilimpahkan kepada siapapun. Pukul 3 dinihari Ibu bangun dan membangunkan kami untuk tahajud. Menunggu subuh Ibu ke dapur menyiapkan sarapan sementara aku dan adik-adik sering tertidur lagi… Ah, maafin kami Ibu …. 18 jam sehari sebagai “pekerja” seakan tak pernah membuat Ibu lelah.. Sanggupkah aku ya Allah ?

” Nak… bangun nak, udah azan subuh … sarapannya udah Ibu siapin dimeja.. “

Kali ini aku lompat segera.. kubuka pintu kamar dan kurangkul Ibu sehangat mungkin, kuciumi pipinya yang mulai keriput, kutatap matanya lekat-lekat dan kuucapkan, ” Terimakasih Ibu, aku beruntung sekali memiliki Ibu yang baik hati, ijinkan aku membahagiakan Ibu…”. Kulihat binar itu memancarkan kebahagiaan. .. Cintaku ini milikmu, Ibu… Aku masih sangat membutuhkanmu. .. Maafkan aku yang belum bisa menjabarkan arti kebahagiaan buat dirimu..

Sahabat.. tidak selamanya kata sayang harus diungkapkan dengan kalimat “aku sayang padamu… “, namun begitu, Rasulullah menyuruh kita untuk menyampaikan rasa cinta yang kita punya kepada orang yang kita cintai karena Allah.

Ayo kita mulai dari orang terdekat yang sangat mencintai kita … Ibu dan ayah walau mereka tak pernah meminta dan mungkin telah tiada. Percayalah.. kata-kata itu akan membuat mereka sangat berarti dan bahagia.

Wallaahua’lam

“Ya Allah, cintai Ibuku, beri aku kesempatan untuk bisa membahagiakan Ibu…, dan jika saatnya nanti Ibu Kau panggil, panggillah dalam keadaan khusnul khatimah. Ampunilah segala dosa-dosanya dan sayangilah ia sebagaimana ia menyayangi aku selagi aku kecil ”

Selamat Tinggal Ramadhan, Selamat Datang Kemenangan

19 Sep 2009
Lampung, 20 September 2009
By Aknal Hartanto

Pagi ini embun bertabur kilau emasnya,
Terdengar merdu lantunan syahdu menggema,
Kicau burungpun tak luput menyemarakkan nada,
Putih menjadi begitu berkharisma,

****
Ku dapati hari nan fitri pagi ini,
Meninggalkan bulan penuh berkah dan ampunanNya,
Akankah ku dapati kembali kesyahduan hari ini?
Hanya Allahlah yang tahu jawabnya,
Sebagai insan yang penuh dosa, hanya do'a terlisan indah penuh harap,
Semoga Allah pertemukan kembali,
Bulan penuh limpahan kenikmatan,
Di bulan Ramadhan,

****
Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar,
Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar,
Allahuakbar Waa lillahilham

****
Selamat Idul Fitri,
Selamat atas kemenangan,

Kau

15 Sep 2009
Menara Thamrin, 16 September 2009
By Aknal Hartanto


Kau bagaikan embun pagi hari yang menyejukkan rongga dada ku,
Kau bagaikan oase di padang pasir yang gersang dan tandus,
Kau bagaikan tempat labuhan yang meneduhkan bagi seorang musafir yang kelelahan,

****
Kau bagaikan penawar dari racun yang mematikan,
Kau bagaikan udara yang menjadikan setiap hembusan nafas begitu berarti,
Kau bagaikan tanah yang menjadikan setiap biji-bijian mempunyai makna,
Kau bagaikan langit yang menaungi kehidupan dibawahnya,
Kau bagaikan malam yang membawa asa kedalam peraduan,
Kau bagaikan matahari yang menerangkan bumi dari gelap gulitanya malam,

****
Dan Kau,
Hanya untuk Kau..

Argh, Emosi..!

14 Sep 2009
Jakarta, Selasa 15 September 2009
By Aknal Hartanto

Pusing,
Be Te,
Lengkap sudah hari ini ku awali,
Kenapa mesti begini seh,
Kenapa harus di awal pagi,
Argh, Emosi..!

Gila, dari mana asalnya tuh berita,
Oh dia, rupanya wanita yang berasal dari barat sumatera itu berita ini datang,
"Wooi, makanya perbaiki sistem dong, kalo begini kan kita-kita juga yang jadi korban atas ketololan sistem " Gumam ku,

Bagaimana tak emosi pagi ku hari ini,
Aku merasa semua tanggung jawab sudah ku tuntaskan,
Tapi apa kata mereka?
Aku masih belum menyelesaikannya,
Argh, Emosi..!

****
Bukan aku saja ternyata,
Dua teman baikku pun kena getah dari getirnya sistem yang bobrok,
Si Hitam dengan hidung mancungnya, Si Mata sipit dengan kaca minus-nya,
Mereka sama-sama keluhkan,
Mereka sama-sama sesalkan,

Tolonglah,
Kami sudah tuntaskan kewajiban kami,
Kami sudah lepaskan tanggung jawab kami,
Jangan hanya bisa sodorkan nominal saja, memang tidak besar buat anda,
Tapi nominal itu sangat berarti buat kami,

****
Kami bertanya,
Kami yang teledor atau kalian?
Kami yang salah atau kalian?
Hmm, baiklah kalo itu yang kalian mau, kami akan siapkan!

Argh, Emosi..!

Shubuh Ku

Jakarta 23 July 2009 ; 16:12
By Aknal Hartanto

Suara parau nan menyejukkan itu masih terdengar lirih di telinga hingga senja ini.

****
Oh Tuhan.. Siapakah orang itu..?
Tak kuasa betapa hebatnya, saat ku dengar senandung bait syair-syair kehidupan di haturkan kehadapan embun pagi, yang masih ku ingat sangat pekat menusuk sum-sum tulang ku.
Suara Beratnya, menambah harmonisasi nada si pelantun terdengar sangat menenangkan hati.

****
Oh.. Tuhan, Siapakah orang itu..?
Suara Adzan Subuh itu membuat ku terhenyak, terbangun, tersadar, betapa dia tau dengan apa yang musti dilakukannya. Dan aku di buatnya malu Subuh itu.

Mata terpejam, seakan takkan kembali terbuka.
Semakin dalam ku benamkan tubuh ini kedalam selimutku, seakan tak ingin ku tinggalkan mimpi ku di pagi ini.

****
Ahh..Tuhan, takkah kau lihat tingkah ku di subuh mu..?

Bantu aku..
Ampuni aku, akan Subuh ku..

Matahari Ku

Jakarta, Senin 14 September 2009
By Aknal Hartanto

Kamu bertanya pada ku malam ini, apakah dirimu baik-baik saja?
" Iya, Aku baik-baik saja dan Aku sedang menikmati hidangan teknologi hasil karya Tuan Antah Berantah ini " Jawab Ku.

Apakah jawaban ku kurang meyakinkan bagi mu?,
Apakah Aku terlalu buruk untuk kau percaya saat ini?,

Kau matahari ku sayank, percayalah akan itu,
Cukupkan kebahagianku dengan kau percaya aku,

Aku hanya seorang lelaki biasa, sama seperti mereka,
Aku hanya butuh, kau percaya akan Cinta yang ku tawarkan untuk mu,

Memang tak manis, tapi kurasa juga tak begitu pahit untuk Kau rasa,
Memang tak sempurna, tapi bukankah wanita Dia ciptakan untuk melengkapi kesempurnaan itu,

Bukankah kau yakin akan Cinta ku?
Atau hanya sekedar pemanis ucapmu saja rasa itu kau buat?
Agar kau terlihat sangat mencintaiku, sangat membutuhkan ku, sangat menyayangiku,
Tapi Aku sangat yakin, bahwa ku butuh kamu dalam hidup ku,

****
Lihatlah Matahari ku,
Aku akan selalu ada menatap mu,
Aku akan selalu berdiri mengirimu,
Sampai senja menenggelamkan wajah ku,
Aku akan tetap mencintai Mu..

Untuk Mu, Matahari.

Rona Senja di Bilik Sewa Ku

Jakarta, Senin 14 September 2009
By : Aknal Hartanto

Langit meradang seakan ingin mencurahkan panah rahmatNya ke bumi,
Ombak pantai bergerak lamban dan landai seakan mengerti akan nostalgia itu,
Yang ku heran, mengapa burung camar pun malu untuk mengepakkan sayapnya?
Padahal aku ingin sekali melihat keangkuhannya diatas pantai nan indah itu,
Apakah alam tahu ini akhir dari cerita kita?

****
Masih ku lihat wajah cantik itu pagi ini,
Masih ku rasakan manisnya senyuman menawan bak bidadari menari pagi ini,
Masih ku rasakan lembutnya jari mu membelai lembut kulit ku pagi ini,
Masih kurasakan hangatnya pelukan sayank seorang wanita di tubuh kotor ku pagi ini,
Tapi, senja ini kudapati kau bukan milikku, Yaa, kini kau bukan milikku lagi,

****
Ku dapati dirimu bahagia bersama pujangga lain, yang menawarkan sejuta madu kebahagiaan,
Kini ku dapati kau tertawa manja dengan sepasang mata tajam seorang lelaki pilihan yang menatap wajah cantik mu, tetapi lelaki itu bukan aku,

Aku hanya secarik kertas kusam kini dimatamu,
Aku hanya sebait lantunan melodi tua kesayanganmu,
Aku hanyalah prasasti berdebu, yang berdiri rapuh, yang menunggu tumbang, tersungkur ke bumi,
Aku hanyalah kidung malam yang berlalu saat bunga perdu tumbuh,
Aku hanyalah sisa dari kenangan indah hidup mu dan mungkin saja saat ini kau telah melupakannya,

****
Kini Aku hanyalah Aku,
Yang hanya bisa berharap, dirimu tak kan pernah labuhkan kenangan indah kita,
Kini Aku hanyalah Aku,
Yang hanya bisa kidungkan sepenggal do'a untuk kebahagiaan hidup mu,

Tertunduk haru ku malam ini
 

SixSense6 Copyright © 2011-2012 | Powered by Blogger