Tampilkan postingan dengan label Cerita Hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Hati. Tampilkan semua postingan

Aku Yang Bodoh

23 Feb 2011
Oleh : Aku
Djakarta, 15 Oktober 2010

Apakah kau tahu,, bahwa aku fasih dalam lima bahasa dunia..?
Apakah kau tahu, bahwa aku peraih Beasiswa Kedokteran Universitas terkemuka di negeri ini..?
Dan, Apakah kau tahu, bagaimana haru-nya diriku saat mengibarkan Bendera Pusaka..?
Ahh, pasti kau takkan pernah tahu, karna aku tak pernah memberi tahu dan kau pun tak mau tahu tentang ku..

Tapi..
Ada satu yang selalu tahu tentang semua yang pernah aku alami
Ada satu yang tahu tentang apa yang sedang dan tidak aku miliki dalam hidup ini
Dan ku yakin kita sama-sama tahu tentang dia yang Satu

Lantas, kenapa bodohnya aku..
Bercerita panjang lebar tentang hidup ku
Membeberkan segala sesuatu bak tsunami menerjang daratan Negeri
Berkata-kata liar seolah-olah kau dan aku takkan mati esok pagi
Padahal, aku sangat yakin, tak satupun dari mu mengenal baik tentang ku

Lantas, kenapa sangat bodohnya aku..
Menyia-nyiakan sesuatu, yang ku tahu dia yang selama ini tahu tentang ku
Menyia-nyiakan sesuatu, yang ku tahu betapa pedulinya dia akan hidup ku

Lantas, kenapa sangat sangat bodohnya aku..
Tak ada setetespun air mata yang jatuh saat ku sedang berbicara syahdu denganNya, padahal aku tahu Dia amat peduli akan kisah ku
Tak ada sedikit-pun kata-kata indah yang mampu keluar dari mulut ku, padahal kau tahu betapa hebat-nya aku merangkai kata-kata cinta untuk kekasihku

Terkoyak, Tercabik bak kain kusam yang tak berharga

Kangen

Kamar Kos, Jakarta 16 November 2010
Oleh : Aku

Entah kenapa malem ini begitu gundah gulana..
Begitu gelisah..
Berbalut rindu untuk kalian..

*
Yaa Alloh, Yaa Rabb..
Berikan kesehatan, agar mereka kuat menggapai mabrur untuk Mu..
Panjangkan umur, agar kami dapat melihat cahaya ilah di wajahnya nanti..
Limpahkan Rahmatan dan ridho Mu, atas segala niat suci.
Amiin
*

Papa..Ibuu.. Aku kangen :(

Status Social

Kamar Kos, Jakarta 20 November 2010
Oleh : Aku

Kebanyakan manusia menilai sesuatu secara visual saja..
Asal tampak ganteng, perlente, mobil mewah, pake kemeja - celana dan sepatu branded gak peduli siapa manusianya yang peting WOW di mata sudah tentu perlakuan merekapun luar biasa terhadap orang-orang seperti itu.

Tetapi kalo ada yg berpenampilan biasa2 aja, kendaraanpun hanya motor butut atau malah tidak punya sama sekali, celana - kemeja dan sepatu tidak ber-merk, kebanyakan mereka hanya memperlakukan biasa saja, bahkan mungkin mencibir akan keberadaan orang-orang tersebut ada didekat mereka.

Itu menandakan dari kita kebanyakan masih menganggap sesuatu yang pantas di hormati adalah apa yang menurut mata kita baik, padahal belum tentu yamg baik menurut mata itu baik atau sebaliknya belum tentu yang menurut mata tidak baik itu benar-benar tidak baik...

Memang benar penampilan merupakan cerminan dari status sosial, tetapi mereka juga tidak salah bila ingin tampil sederhana. Merujuk pada pepatah ' Tak Kenal Maka Tak Sayang ' kiranya ada benarnya..

Jadi ada baiknya kita tidak menganggap remeh seseorang hanya melihat dari kacamata visual belaka, visual itu membutakan hati, visual itu hanya mengerti dengan apa yang dilihat sehingga visual itu mengabaikan sesuatu yang namanya Rasa.

Kita tidak akan mengenal isi dunia tanpa mencari lebih banyak informasi tentang dunia itu sendiri, maka kenalilah secara baik-baik orang-orang yang kita kenal dan setelah itu keputusan ada di tangan anda.. Mau mencibir atau mau respect.. Tapi yang paling penting adalah berteman, menghormati dan memberikan kasih sayang yang penuh terhadap seseorang merupakan sesuatu keharusan tidak perduli seperti apa status sosial mereka, tidak perduli apa agama mereka.. Karena kita sama..!

So..?

Surga Buat Ku

Kamar Kos, Jakarta 20 November 2010
Oleh : Aku

Hidup di tanah orang memang gampang-gampang susah
Persaingan hidup begitu ketat apalagi untuk kota sekelas Jakarta ini
Main sikut, main tikam, dari yang halal sampe yang haram dilakoni
Dan sepertinya itu sudah biasa buat mereka.. (Na'udzubillah)

Hidup merengek-renget seperti bocah kelaparan
Penjilat sudah menjadi tabiat yang tidak jauh beda seperti 'Anjing' pesakitan
Terlalu bersemangat sehingga tak memperdulikan lagi harga diri mereka yang sedang 'diperkosa'
Nista kehidupan bak pelacur-pelacur kemayoran.

Semua serba duit
Apalagi aku hanya Anak Kos ditanah rantau ini
Bagaimana tidak serba duit, mau tidur aja pake duit, apalagi buat makan dan buat keperluan sehari-hari
Duit..duit..dan duit..

Tak ayal orang-orang di sini banyak yang 'gila'
Mungkin juga termasuk aku
Dari pagi hingga malam, asap bajaj dan metromini yang jadi ramuan buat nafas ku
Air hitam sudah menjadi makanan kaki-kaki perkasa dan mungil metropolitan saat musim hujan datang
Ahh, memuakkan sekali tanah rantau ini

Beda halnya saat aku berada di kampung halaman
Walaupun hanya berselimutkan gubuk, tetapi kami merasa hangat dan bahagia didalamnya
Mau makan, tinggal ambil sayur-sayuran dari kebun sendiri
Mau buah, tinggal petik dari pohonnya
Air melimpah ruah dari sungai-sungai pedesaan yang kami miliki.
Bahkan butiran-butiran embun-pun masih bisa ku jumpai disana.

Bagiku..
Didekat keluarga adalah sesuatu kebanggaan
Didekat keluarga adalah sesuatu keistimewaan
Didekat keluarga adalah sesuatu keindahan
Didekat keluarga adalah SURGA

Tak peduli dimana pun aku berpijak
Tak peduli seberapa banyak kemewahan yang aku dapat saat ini
' Rumah ku adalah Surga buat ku '

Titip Ibuku Ya Allah

30 Okt 2009
” Nak, bangun… udah adzan subuh. Sarapanmu udah ibu siapkan di meja…”

Tradisi ini sudah berlangsung 20 tahun, sejak pertama kali aku bias mengingat. Kini usiaku sudah kepala 2 dan aku jadi seorang karyawan disebuah Perusahaan Jasa, ATM Bersama, tapi kebiasaan Ibu tak pernah berubah.

” Ibu sayang… ga usah repot-repot Bu, aku dan adik-adikku udah dewasa ”

Pintaku pada Ibu pada suatu pagi. Wajah tua itu langsung berubah. Pun ketika Ibu mengajakku makan siang di sebuah restoran. Buru-buru kukeluarkan uang dan kubayar semuanya. Ingin kubalas jasa Ibu selama ini dengan hasil keringatku. Raut sedih itu tak bisa disembunyikan. Kenapa Ibu mudah sekali sedih ? Aku hanya bisa mereka-reka, mungkin sekarang fasenya aku mengalami kesulitan memahami Ibu karena dari sebuah artikel yang kubaca …. orang yang lanjut usia bisa sangat sensitive dan cenderung untuk bersikap kanak-kanak ….. tapi entahlah…. Niatku ingin membahagiakan malah membuat Ibu sedih. Seperti biasa, Ibu tidak akan pernah mengatakan apa-apa.

Suatu hari kuberanikan diri untuk bertanya, ” Bu, maafin aku kalau telah menyakiti perasaan Ibu. Apa yang bikin Ibu sedih ? ”

Kutatap sudut-sudut mata Ibu, ada genangan air mata di sana . Terbata-bata Ibu berkata, ” Tiba-tiba Ibu merasa kalian tidak lagi membutuhkan Ibu. Kalian sudah dewasa, sudah bisa menghidupi diri sendiri. Ibu tidak boleh lagi menyiapkan sarapan untuk kalian, Ibu tidak bisa lagi jajanin kalian. Semua sudah bisa kalian lakukan sendiri “.

Ah, Ya Allah, ternyata buat seorang Ibu .. bersusah payah melayani putra-putrinya adalah sebuah kebahagiaan. Satu hal yang tak pernah kusadari sebelumnya. Niat membahagiakan bisa jadi malah membuat orang tua menjadi sedih karena kita tidak berusaha untuk saling membuka diri melihat arti kebahagiaan dari sudut pandang masing-masing.
Diam-diam aku bermuhasabah.
" .. Apa yang telah kupersembahkan untuk Ibu dalam usiaku sekarang ? Adakah Ibu bahagia dan bangga pada putera putrinya ? Ketika itu kutanya pada Ibu, Ibu menjawab, ” Banyak sekali nak kebahagiaan yang telah kalian berikan pada Ibu. Kalian tumbuh sehat dan lucu ketika bayi adalah kebahagiaan . Kalian berprestasi di sekolah adalah kebanggaan buat Ibu. Kalian berprestasi di pekerjaan adalah kebanggaan buat Ibu . Setelah dewasa, kalian berprilaku sebagaimana seharusnya seorang hamba, itu kebahagiaan buat Ibu. Setiap kali binar mata kalian mengisyaratkan kebahagiaan di situlah kebahagiaan orang tua.”

Lagi-lagi aku hanya bisa berucap, ” Ampunkan aku ya Allah kalau selama ini sedikit sekali ketulusan yang kuberikan kepada Ibu. Masih banyak alasan ketika Ibu menginginkan sesuatu. “

Betapa sabarnya Ibuku melalui liku-liku kehidupan. Sebagai seorang wanita karier seharusnya banyak alasan yang bisa dilontarkan Ibuku untuk “cuti” dari pekerjaan rumah atau menyerahkan tugas itu kepada pembantu. Tapi tidak! Ibuku seorang yang idealis. Menata keluarga, merawat dan mendidik anak-anak adalah hak prerogatif seorang ibu yang takkan bisa dilimpahkan kepada siapapun. Pukul 3 dinihari Ibu bangun dan membangunkan kami untuk tahajud. Menunggu subuh Ibu ke dapur menyiapkan sarapan sementara aku dan adik-adik sering tertidur lagi… Ah, maafin kami Ibu …. 18 jam sehari sebagai “pekerja” seakan tak pernah membuat Ibu lelah.. Sanggupkah aku ya Allah ?

” Nak… bangun nak, udah azan subuh … sarapannya udah Ibu siapin dimeja.. “

Kali ini aku lompat segera.. kubuka pintu kamar dan kurangkul Ibu sehangat mungkin, kuciumi pipinya yang mulai keriput, kutatap matanya lekat-lekat dan kuucapkan, ” Terimakasih Ibu, aku beruntung sekali memiliki Ibu yang baik hati, ijinkan aku membahagiakan Ibu…”. Kulihat binar itu memancarkan kebahagiaan. .. Cintaku ini milikmu, Ibu… Aku masih sangat membutuhkanmu. .. Maafkan aku yang belum bisa menjabarkan arti kebahagiaan buat dirimu..

Sahabat.. tidak selamanya kata sayang harus diungkapkan dengan kalimat “aku sayang padamu… “, namun begitu, Rasulullah menyuruh kita untuk menyampaikan rasa cinta yang kita punya kepada orang yang kita cintai karena Allah.

Ayo kita mulai dari orang terdekat yang sangat mencintai kita … Ibu dan ayah walau mereka tak pernah meminta dan mungkin telah tiada. Percayalah.. kata-kata itu akan membuat mereka sangat berarti dan bahagia.

Wallaahua’lam

“Ya Allah, cintai Ibuku, beri aku kesempatan untuk bisa membahagiakan Ibu…, dan jika saatnya nanti Ibu Kau panggil, panggillah dalam keadaan khusnul khatimah. Ampunilah segala dosa-dosanya dan sayangilah ia sebagaimana ia menyayangi aku selagi aku kecil ”

Selamat Tinggal Ramadhan, Selamat Datang Kemenangan

19 Sep 2009
Lampung, 20 September 2009
By Aknal Hartanto

Pagi ini embun bertabur kilau emasnya,
Terdengar merdu lantunan syahdu menggema,
Kicau burungpun tak luput menyemarakkan nada,
Putih menjadi begitu berkharisma,

****
Ku dapati hari nan fitri pagi ini,
Meninggalkan bulan penuh berkah dan ampunanNya,
Akankah ku dapati kembali kesyahduan hari ini?
Hanya Allahlah yang tahu jawabnya,
Sebagai insan yang penuh dosa, hanya do'a terlisan indah penuh harap,
Semoga Allah pertemukan kembali,
Bulan penuh limpahan kenikmatan,
Di bulan Ramadhan,

****
Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar,
Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar,
Allahuakbar Waa lillahilham

****
Selamat Idul Fitri,
Selamat atas kemenangan,

Kau

15 Sep 2009
Menara Thamrin, 16 September 2009
By Aknal Hartanto


Kau bagaikan embun pagi hari yang menyejukkan rongga dada ku,
Kau bagaikan oase di padang pasir yang gersang dan tandus,
Kau bagaikan tempat labuhan yang meneduhkan bagi seorang musafir yang kelelahan,

****
Kau bagaikan penawar dari racun yang mematikan,
Kau bagaikan udara yang menjadikan setiap hembusan nafas begitu berarti,
Kau bagaikan tanah yang menjadikan setiap biji-bijian mempunyai makna,
Kau bagaikan langit yang menaungi kehidupan dibawahnya,
Kau bagaikan malam yang membawa asa kedalam peraduan,
Kau bagaikan matahari yang menerangkan bumi dari gelap gulitanya malam,

****
Dan Kau,
Hanya untuk Kau..

Argh, Emosi..!

14 Sep 2009
Jakarta, Selasa 15 September 2009
By Aknal Hartanto

Pusing,
Be Te,
Lengkap sudah hari ini ku awali,
Kenapa mesti begini seh,
Kenapa harus di awal pagi,
Argh, Emosi..!

Gila, dari mana asalnya tuh berita,
Oh dia, rupanya wanita yang berasal dari barat sumatera itu berita ini datang,
"Wooi, makanya perbaiki sistem dong, kalo begini kan kita-kita juga yang jadi korban atas ketololan sistem " Gumam ku,

Bagaimana tak emosi pagi ku hari ini,
Aku merasa semua tanggung jawab sudah ku tuntaskan,
Tapi apa kata mereka?
Aku masih belum menyelesaikannya,
Argh, Emosi..!

****
Bukan aku saja ternyata,
Dua teman baikku pun kena getah dari getirnya sistem yang bobrok,
Si Hitam dengan hidung mancungnya, Si Mata sipit dengan kaca minus-nya,
Mereka sama-sama keluhkan,
Mereka sama-sama sesalkan,

Tolonglah,
Kami sudah tuntaskan kewajiban kami,
Kami sudah lepaskan tanggung jawab kami,
Jangan hanya bisa sodorkan nominal saja, memang tidak besar buat anda,
Tapi nominal itu sangat berarti buat kami,

****
Kami bertanya,
Kami yang teledor atau kalian?
Kami yang salah atau kalian?
Hmm, baiklah kalo itu yang kalian mau, kami akan siapkan!

Argh, Emosi..!

Shubuh Ku

Jakarta 23 July 2009 ; 16:12
By Aknal Hartanto

Suara parau nan menyejukkan itu masih terdengar lirih di telinga hingga senja ini.

****
Oh Tuhan.. Siapakah orang itu..?
Tak kuasa betapa hebatnya, saat ku dengar senandung bait syair-syair kehidupan di haturkan kehadapan embun pagi, yang masih ku ingat sangat pekat menusuk sum-sum tulang ku.
Suara Beratnya, menambah harmonisasi nada si pelantun terdengar sangat menenangkan hati.

****
Oh.. Tuhan, Siapakah orang itu..?
Suara Adzan Subuh itu membuat ku terhenyak, terbangun, tersadar, betapa dia tau dengan apa yang musti dilakukannya. Dan aku di buatnya malu Subuh itu.

Mata terpejam, seakan takkan kembali terbuka.
Semakin dalam ku benamkan tubuh ini kedalam selimutku, seakan tak ingin ku tinggalkan mimpi ku di pagi ini.

****
Ahh..Tuhan, takkah kau lihat tingkah ku di subuh mu..?

Bantu aku..
Ampuni aku, akan Subuh ku..

Matahari Ku

Jakarta, Senin 14 September 2009
By Aknal Hartanto

Kamu bertanya pada ku malam ini, apakah dirimu baik-baik saja?
" Iya, Aku baik-baik saja dan Aku sedang menikmati hidangan teknologi hasil karya Tuan Antah Berantah ini " Jawab Ku.

Apakah jawaban ku kurang meyakinkan bagi mu?,
Apakah Aku terlalu buruk untuk kau percaya saat ini?,

Kau matahari ku sayank, percayalah akan itu,
Cukupkan kebahagianku dengan kau percaya aku,

Aku hanya seorang lelaki biasa, sama seperti mereka,
Aku hanya butuh, kau percaya akan Cinta yang ku tawarkan untuk mu,

Memang tak manis, tapi kurasa juga tak begitu pahit untuk Kau rasa,
Memang tak sempurna, tapi bukankah wanita Dia ciptakan untuk melengkapi kesempurnaan itu,

Bukankah kau yakin akan Cinta ku?
Atau hanya sekedar pemanis ucapmu saja rasa itu kau buat?
Agar kau terlihat sangat mencintaiku, sangat membutuhkan ku, sangat menyayangiku,
Tapi Aku sangat yakin, bahwa ku butuh kamu dalam hidup ku,

****
Lihatlah Matahari ku,
Aku akan selalu ada menatap mu,
Aku akan selalu berdiri mengirimu,
Sampai senja menenggelamkan wajah ku,
Aku akan tetap mencintai Mu..

Untuk Mu, Matahari.

Rona Senja di Bilik Sewa Ku

Jakarta, Senin 14 September 2009
By : Aknal Hartanto

Langit meradang seakan ingin mencurahkan panah rahmatNya ke bumi,
Ombak pantai bergerak lamban dan landai seakan mengerti akan nostalgia itu,
Yang ku heran, mengapa burung camar pun malu untuk mengepakkan sayapnya?
Padahal aku ingin sekali melihat keangkuhannya diatas pantai nan indah itu,
Apakah alam tahu ini akhir dari cerita kita?

****
Masih ku lihat wajah cantik itu pagi ini,
Masih ku rasakan manisnya senyuman menawan bak bidadari menari pagi ini,
Masih ku rasakan lembutnya jari mu membelai lembut kulit ku pagi ini,
Masih kurasakan hangatnya pelukan sayank seorang wanita di tubuh kotor ku pagi ini,
Tapi, senja ini kudapati kau bukan milikku, Yaa, kini kau bukan milikku lagi,

****
Ku dapati dirimu bahagia bersama pujangga lain, yang menawarkan sejuta madu kebahagiaan,
Kini ku dapati kau tertawa manja dengan sepasang mata tajam seorang lelaki pilihan yang menatap wajah cantik mu, tetapi lelaki itu bukan aku,

Aku hanya secarik kertas kusam kini dimatamu,
Aku hanya sebait lantunan melodi tua kesayanganmu,
Aku hanyalah prasasti berdebu, yang berdiri rapuh, yang menunggu tumbang, tersungkur ke bumi,
Aku hanyalah kidung malam yang berlalu saat bunga perdu tumbuh,
Aku hanyalah sisa dari kenangan indah hidup mu dan mungkin saja saat ini kau telah melupakannya,

****
Kini Aku hanyalah Aku,
Yang hanya bisa berharap, dirimu tak kan pernah labuhkan kenangan indah kita,
Kini Aku hanyalah Aku,
Yang hanya bisa kidungkan sepenggal do'a untuk kebahagiaan hidup mu,

Tertunduk haru ku malam ini
 

SixSense6 Copyright © 2011-2012 | Powered by Blogger