Selamat Tinggal Ramadhan, Selamat Datang Kemenangan

19 Sep 2009
Lampung, 20 September 2009
By Aknal Hartanto

Pagi ini embun bertabur kilau emasnya,
Terdengar merdu lantunan syahdu menggema,
Kicau burungpun tak luput menyemarakkan nada,
Putih menjadi begitu berkharisma,

****
Ku dapati hari nan fitri pagi ini,
Meninggalkan bulan penuh berkah dan ampunanNya,
Akankah ku dapati kembali kesyahduan hari ini?
Hanya Allahlah yang tahu jawabnya,
Sebagai insan yang penuh dosa, hanya do'a terlisan indah penuh harap,
Semoga Allah pertemukan kembali,
Bulan penuh limpahan kenikmatan,
Di bulan Ramadhan,

****
Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar,
Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar,
Allahuakbar Waa lillahilham

****
Selamat Idul Fitri,
Selamat atas kemenangan,

Kau

15 Sep 2009
Menara Thamrin, 16 September 2009
By Aknal Hartanto


Kau bagaikan embun pagi hari yang menyejukkan rongga dada ku,
Kau bagaikan oase di padang pasir yang gersang dan tandus,
Kau bagaikan tempat labuhan yang meneduhkan bagi seorang musafir yang kelelahan,

****
Kau bagaikan penawar dari racun yang mematikan,
Kau bagaikan udara yang menjadikan setiap hembusan nafas begitu berarti,
Kau bagaikan tanah yang menjadikan setiap biji-bijian mempunyai makna,
Kau bagaikan langit yang menaungi kehidupan dibawahnya,
Kau bagaikan malam yang membawa asa kedalam peraduan,
Kau bagaikan matahari yang menerangkan bumi dari gelap gulitanya malam,

****
Dan Kau,
Hanya untuk Kau..

Argh, Emosi..!

14 Sep 2009
Jakarta, Selasa 15 September 2009
By Aknal Hartanto

Pusing,
Be Te,
Lengkap sudah hari ini ku awali,
Kenapa mesti begini seh,
Kenapa harus di awal pagi,
Argh, Emosi..!

Gila, dari mana asalnya tuh berita,
Oh dia, rupanya wanita yang berasal dari barat sumatera itu berita ini datang,
"Wooi, makanya perbaiki sistem dong, kalo begini kan kita-kita juga yang jadi korban atas ketololan sistem " Gumam ku,

Bagaimana tak emosi pagi ku hari ini,
Aku merasa semua tanggung jawab sudah ku tuntaskan,
Tapi apa kata mereka?
Aku masih belum menyelesaikannya,
Argh, Emosi..!

****
Bukan aku saja ternyata,
Dua teman baikku pun kena getah dari getirnya sistem yang bobrok,
Si Hitam dengan hidung mancungnya, Si Mata sipit dengan kaca minus-nya,
Mereka sama-sama keluhkan,
Mereka sama-sama sesalkan,

Tolonglah,
Kami sudah tuntaskan kewajiban kami,
Kami sudah lepaskan tanggung jawab kami,
Jangan hanya bisa sodorkan nominal saja, memang tidak besar buat anda,
Tapi nominal itu sangat berarti buat kami,

****
Kami bertanya,
Kami yang teledor atau kalian?
Kami yang salah atau kalian?
Hmm, baiklah kalo itu yang kalian mau, kami akan siapkan!

Argh, Emosi..!

Shubuh Ku

Jakarta 23 July 2009 ; 16:12
By Aknal Hartanto

Suara parau nan menyejukkan itu masih terdengar lirih di telinga hingga senja ini.

****
Oh Tuhan.. Siapakah orang itu..?
Tak kuasa betapa hebatnya, saat ku dengar senandung bait syair-syair kehidupan di haturkan kehadapan embun pagi, yang masih ku ingat sangat pekat menusuk sum-sum tulang ku.
Suara Beratnya, menambah harmonisasi nada si pelantun terdengar sangat menenangkan hati.

****
Oh.. Tuhan, Siapakah orang itu..?
Suara Adzan Subuh itu membuat ku terhenyak, terbangun, tersadar, betapa dia tau dengan apa yang musti dilakukannya. Dan aku di buatnya malu Subuh itu.

Mata terpejam, seakan takkan kembali terbuka.
Semakin dalam ku benamkan tubuh ini kedalam selimutku, seakan tak ingin ku tinggalkan mimpi ku di pagi ini.

****
Ahh..Tuhan, takkah kau lihat tingkah ku di subuh mu..?

Bantu aku..
Ampuni aku, akan Subuh ku..

Matahari Ku

Jakarta, Senin 14 September 2009
By Aknal Hartanto

Kamu bertanya pada ku malam ini, apakah dirimu baik-baik saja?
" Iya, Aku baik-baik saja dan Aku sedang menikmati hidangan teknologi hasil karya Tuan Antah Berantah ini " Jawab Ku.

Apakah jawaban ku kurang meyakinkan bagi mu?,
Apakah Aku terlalu buruk untuk kau percaya saat ini?,

Kau matahari ku sayank, percayalah akan itu,
Cukupkan kebahagianku dengan kau percaya aku,

Aku hanya seorang lelaki biasa, sama seperti mereka,
Aku hanya butuh, kau percaya akan Cinta yang ku tawarkan untuk mu,

Memang tak manis, tapi kurasa juga tak begitu pahit untuk Kau rasa,
Memang tak sempurna, tapi bukankah wanita Dia ciptakan untuk melengkapi kesempurnaan itu,

Bukankah kau yakin akan Cinta ku?
Atau hanya sekedar pemanis ucapmu saja rasa itu kau buat?
Agar kau terlihat sangat mencintaiku, sangat membutuhkan ku, sangat menyayangiku,
Tapi Aku sangat yakin, bahwa ku butuh kamu dalam hidup ku,

****
Lihatlah Matahari ku,
Aku akan selalu ada menatap mu,
Aku akan selalu berdiri mengirimu,
Sampai senja menenggelamkan wajah ku,
Aku akan tetap mencintai Mu..

Untuk Mu, Matahari.

Rona Senja di Bilik Sewa Ku

Jakarta, Senin 14 September 2009
By : Aknal Hartanto

Langit meradang seakan ingin mencurahkan panah rahmatNya ke bumi,
Ombak pantai bergerak lamban dan landai seakan mengerti akan nostalgia itu,
Yang ku heran, mengapa burung camar pun malu untuk mengepakkan sayapnya?
Padahal aku ingin sekali melihat keangkuhannya diatas pantai nan indah itu,
Apakah alam tahu ini akhir dari cerita kita?

****
Masih ku lihat wajah cantik itu pagi ini,
Masih ku rasakan manisnya senyuman menawan bak bidadari menari pagi ini,
Masih ku rasakan lembutnya jari mu membelai lembut kulit ku pagi ini,
Masih kurasakan hangatnya pelukan sayank seorang wanita di tubuh kotor ku pagi ini,
Tapi, senja ini kudapati kau bukan milikku, Yaa, kini kau bukan milikku lagi,

****
Ku dapati dirimu bahagia bersama pujangga lain, yang menawarkan sejuta madu kebahagiaan,
Kini ku dapati kau tertawa manja dengan sepasang mata tajam seorang lelaki pilihan yang menatap wajah cantik mu, tetapi lelaki itu bukan aku,

Aku hanya secarik kertas kusam kini dimatamu,
Aku hanya sebait lantunan melodi tua kesayanganmu,
Aku hanyalah prasasti berdebu, yang berdiri rapuh, yang menunggu tumbang, tersungkur ke bumi,
Aku hanyalah kidung malam yang berlalu saat bunga perdu tumbuh,
Aku hanyalah sisa dari kenangan indah hidup mu dan mungkin saja saat ini kau telah melupakannya,

****
Kini Aku hanyalah Aku,
Yang hanya bisa berharap, dirimu tak kan pernah labuhkan kenangan indah kita,
Kini Aku hanyalah Aku,
Yang hanya bisa kidungkan sepenggal do'a untuk kebahagiaan hidup mu,

Tertunduk haru ku malam ini
 

SixSense6 Copyright © 2011-2012 | Powered by Blogger