- Foto tercipta dengan kerja sama lensa dan kamera.
- Pada lensa terdapat diafragma yang mengatur besar kecilnya cahaya yang akan masuk ke kamera.
- Pada kamera ada rana yang mengatur lama sebentarnya cahaya masuk ke dalamnya
- Perhatikan dua kombinasi dari poin 3. Di lensa ada diagrafgma yg menyangkut soal BESAR/KECIL, di kamera ada rana yg soal LAMA/SEBENTAR
- Jadi, masuknya cahaya ke kamera sampai menghasilkan foto menyangkut besar/kecilnya cahaya dan lama/sebentarnya dia menyinari.
- Foto yg baik, tercahayai dgn benar. Benar ukuran cahayanya, benar lama penyinarannya. Artinya kerjasama diafragma dan rana harus TEPAT!
- Soal pencahayaan dgn benar ini, mari ambil analogi orang mengisi ember pakai kran.
- Kalau krannya dibuka lebar, menghisi embernya cepet. Kalau kran dibuka kecil, ngisi embernya lama.....ya gak ?
- Mari bawa logika kran tadi ke kamera. Kalau diafragma dibuka lebar, rana hrs cepat nutup. Kalau diafragma dibuka kecil, rana dibuka lama.
- Kran yg dibuka besar dan waktunya lama--->ember meluap. Diafragma yg dibuka besar dgn rana lama, foto kelebihan cahaya ---> pucat!
- Kran dibuka kecil dgn waktu sebantar--->ember tak penuh. Diafragma dibuka kecil dgn rana sebentar--->foto kekurangan cahaya (gelap)
- Foto kelebihan cahaya disebut over exposure, atau biasa disebut OVER saja...
- Foto yg kekurangan cahaya disebut under exposure atau bisa disebut UNDER saja..
- Penegasan: Foto yang baik adalah foto yg tercahayai dengan pas, tidak UNDER dan tidak OVER
- Foto yg tercahayai dengan baik adalah hasil kombinasi diafragma dan rana yang pas.
- Kalau saja Anda memotret lalu terlihat OVER, ulangi lagi dgn diafragma yg lebih kecil atau rana yang lebih cepat (waktu lebih singkat).
- Sedangkan kalau Anda memotret hasilnya UNDER, ulangi lagi dgn diafragma yg lebih besar atau rana yang lebih lambat.
- Diafgragma klasik (zaman lensa manual) dinyatakan dalam angka2 sebagai berikut 1 -1,4 -2- 2,8- 4 -5,6 -8 -11 -16- 22 dst.
- Angka diafragma makin besar, artinya bukaan makin sempit. Dari satu angka diafragma ke angka diafragma yg lain disebut satu STOP.
- Di era digital, angka diafragma makin rumit walau cara kerjanya sama persis. Untuk gampangnya, kultwit ini memakai angka diafragma klasik
- Sedangkan rana dinyatakan dalam angka2 yg artinya seper detik. Angka 500 artinya seperlimaratus detik.
- Angka rana klasik: 2-4-8-15-30-60-125-250-500-100-200-4000
- Kenaikan antar angka rana juga disebut 1 STOP....
- Satu STOP difragma nilainya persis sama dgn satu STOP rana. Artinya jika diafragma dikecilkan 1 Stop, rana dilambatkan 1 Stop agar imbang
- CONTOH: diafragma 5,6 dgn rana 125 itu sama dengan diafragma 8 dgn rana 60. Coba dipikirkan baik2 dulu....
- Diafragma 11 dgn rana 125 itu sama dengan diafragma 5,6 dgn rana 500....
- Diafragma 11 dgn rana 125, sama dengan diafragma 16 dgn rana 60....
- OK...itu tadi kombinasi dua arah antara diafragma dan rana saja.....Dlm fotografi, kombinasi itu ada 3, dan satu lagi adalah ISO.....
- Mari kita mulai merambah ke ISO.....Dan kita kembali memakai analogi mengisi ember pakai kran...
- Apa yg harus kita lakukan kalau aliran kran kecil sementara kita juga buru2?...bagaimana supaya ember bisa penuh? Jawaban: GANTI EMBER!
- Ganti ember dalam fotografi adalah ganti ISO....mana kala ember tidak penuh, kita ganti ember kecil PASTI PENUH...
- Jadi manakala kita sudah buka diafragma lebar2, tapi tidak bisa melambatkan rana lagi, naikkan ISO!
- ISO adalah kepekaan sensor kamera terhadap cahaya. makin tinggi ISO, makin peka terhadap cahaya (alias ukuran ember makin kecil)
- Angka ISO dinyatakan dgn 50-100-200-400-800-1600-3200-6400 dst...Makin besar angkanya, makin peka cahaya. Antar angka ISO adalah 1 STOP
- ISO dalam era digital SAMA PERSIS dgn ISO di jaman dulu. Semua teori dasar fotografi analog dan digital SAMA PERSISSSSSSSS...
- OK...kini kita sudah masuk ke segitiga. Bukaan kran, lama ngisi ember dan besarnya ember.......
- Kalau kita mau mengubah-ubah tingkat pencahayaan, kita bisa memainkan nilai stop dari tiga arah: dari diafragma, dari rana atau dari ISO
- Sebelum menjabarkan efek ISO tinggi atau efek bukaan diafragma besar, kita perjelas hubungan dafragma, rana dan ISO dulu dgn soal contoh
- Kombinasi ISO 400, diafragma 8 dan rana 500 setara dgn ISO 400, diafragma 5,6 dan rana 1000
- Kombinasi ISO 400, diafragma 8 dan rana 500 setara dgn ISO 800, diafragma 8 dan rana 1000
- OK! pelajari berbagai contoh tadi. Rasakan logika ini dgn analogi mengisi ember (buka kran besar apa efeknya, ember kecil apa efeknya)
- Itu adalah cara bagaimana mendapatkan pencahayaan yang tepat....Itu adalah TEORI DASR FOTOGRAFI yang baik dan benar (dan tidak sombong)
- ISO makin tinggi, foto yg dihasilkan makin kasar ("berpasir", alias grainy)
- Diafragma makin sempit (angkanya makin besar), Depth of Field (DOF) makin lebar...
- DOF adalah ruang tajam. DOF yg lebar membuat beberapa meter di depan dan di belakang titik fokus ikut terekam tajam
- OKAAAAYYYY segitu dulu untuk hari ini...besok dilanjut teori lain....(TEORI White Balance)
Teori Dasar Fotografi (Pencahayaan)
Oleh Arbain Rambei via Twitter
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 comments:
Posting Komentar
SixSense6 dibuat sebagai sarana media online untuk referensi bacaan artikel pribadi, yang mana isi dari artikel-artikel tersebut ada yang di ambil dari media on-line lainnya dan ada beberapa yang benar-benar dibuat oleh admin SixSense6.
Dan SixSense6 menerima jasa Digital Imaging, Photo dan Video Graphy bagi reka-rekan yang membutuhkan jasa untuk prewedd, wedding, gathering, dll
Terima kasih telah berkunjung dan jangan lupa meninggalkan komentar agar kita dapat saling berkunjung dikemudian hari..